Selasa, 10 April 2012

Kisah Seorang Gadis Buta

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semua orang, kecuali pacar yg mencintainya. Dia selalu ada untuknya. Gadis itu mengatakan pada pacarnya, "Jika aku bisa melihat dunia, saya akan menikah."
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya. Ketika perban dilepas, ia dapat melihat segalanya, termasuk kekasihnya.
 Dia bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia, Apakah kamu mau menikah?"
 Gadis itu melihat pada pacarnya dan melihat bahwa dia buta. Karna ia telah mendonor kan kedua matanya,.. Pemandangan kelopak mata tertutup,. membuat Gadis itu begitu terkejut.
 Gadis itu membayangkan akan hidup bersama orang yg telah buta,. Bagaimana ia akan bersama dan akhirnya iapun menolaknya..
Pacarnya kini menangis dan di kemudian hari menulis catatan untuk mengatakan padanya:
  Rawat mata saya, sayang. Aku akan selalu mencintaimu.
 Ini adalah bagaimana otak manusia sering berubah ketika perubahan status kita. Hanya sangat sedikit yg mengingat seperti apa hidup sebelumnya dan siapa yang selalu di sisi mereka di saat yang paling menyakitkan. Hidup adalah sebuah Hadiah.
   Mulai saat ini:
 Sebelum Anda mengatakan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
 Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makanan Anda - Ingatlah akan seseorang yang tidak memiliki apapun untuk dimakan.
 Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga. Sebelum mengeluh tentang jarak Anda mengemudi - Pikirkan tentang seseorang yang berjalan dg jarak yang sama dengan kaki mereka. Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat, dan mereka yang berharap mereka mempunyai pekerjaan Anda.Dan ketika depresi hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berpikir: "kau masih hidup dan masih ada".



 oleh LAA TAHZAN (لا تحزن) YA AKHI YA UKHTI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar